Oleh-oleh khas Laos yang paling dicari biasanya kopi Bolaven, kain sutra tenun tangan, dan camilan dari pasar malam. Barang-barang ini gampang ditemukan di Luang Prabang maupun Vientiane dan harganya masih masuk kantong. Simpan daftar ini saat kamu sudah masuk hari terakhir perjalanan dan mulai bingung mau beli apa.
1. Kopi Bolaven dari Dataran Tinggi Selatan
Kopi Laos tumbuh di dataran tinggi Bolaven, sekitar Provinsi Champasak. Rasanya cenderung kuat dengan sedikit rasa cokelat, cocok buat kamu yang biasa minum kopi tubruk tanpa gula. Banyak kedai di Luang Prabang menjual biji sangrai dalam kemasan 250 gram atau 500 gram, ada yang sudah digiling dan ada yang masih utuh.
Sebelum membeli, cek tanggal sangrai di kemasan. Kopi yang disangrai lebih dari sebulan lalu rasanya mulai datar. Kalau kamu mampir ke kafe lokal, tanyakan apakah mereka menjual biji dari petani setempat. Beberapa kafe menjual langsung dengan kemasan sederhana namun isinya lebih segar.
2. Kain Sutra dan Tenun Tangan
Laos punya tradisi menenun yang masih hidup, terutama di sekitar Luang Prabang dan Provinsi Houaphanh. Kain yang dijual di pasar biasanya berupa selendang, syal, atau sarung dengan motif tradisional. Harga bervariasi tergantung kerumitan motif dan jenis benang.
- Sutra asli: lebih halus, berkilau lembut, dan harganya jauh lebih tinggi.
- Katun tenun: lebih tebal, cocok untuk iklim Indonesia, harga lebih ramah.
- Campuran sutra dan katun: pilihan tengah dengan tekstur yang tetap enak dipakai.
Pasar Malam Luang Prabang adalah tempat paling praktis untuk melihat banyak pilihan sekaligus. Penjual biasanya membuka harga lebih tinggi untuk turis, jadi tawar dengan sopan. Menawar setengah dari harga awal sering berhasil, tapi jangan memaksa kalau kamu sudah tahu kualitasnya bagus.
3. Camilan dan Rempah dari Pasar Lokal
Pasar pagi di Vientiane dan pasar malam di Luang Prabang menjual berbagai camilan kering yang tahan lama. Beberapa yang layak dibawa pulang:
- Rumput laut kering rasa pedas, dikemas dalam kantong plastik kecil.
- Keripik beras ketan, renyah dan ringan di koper.
- Bumbu jahe dan serai kering untuk membuat sup atau teh.
- Gula aren Laos yang dipadatkan, manisnya lebih lembut dibanding gula biasa.
Untuk rempah dan bumbu, pastikan kemasannya tertutup rapat sebelum dimasukkan ke koper. Bungkus lagi dengan kantong plastik agar aromanya tidak menempel ke pakaian.
4. Teh Herbal dan Madu Lokal
Selain kopi, Laos juga memproduksi teh herbal dari daun lokal. Teh ini biasanya dijual dalam kemasan kotak kecil dengan campuran bunga atau akar. Rasanya ringan dan cocok diminum sore hari. Madu hutan dari daerah pegunungan juga sering ditemukan di pasar, tapi perhatikan keaslian kemasannya karena ada juga yang dicampur sirup.
Kalau kamu berkunjung ke desa sekitar Luang Prabang, beberapa rumah warga menjual madu langsung dari peternak. Harganya lebih murah, tapi kemasannya sederhana dan perlu dipindahkan ke botol sendiri sebelum dibawa terbang.
5. Perak dan Kerajinan Tangan
Perak adalah kerajinan lama di Laos, terutama di daerah pegunungan utara. Perhiasan perak dijual di pasar dan toko kerajinan di Luang Prabang. Bentuknya sederhana, biasanya gelang, kalung, atau liontin dengan motif bunga dan hewan.
Harga perak dihitung berdasarkan berat dan tingkat kerumitan. Minta penjual menimbang di depan kamu kalau ragu. Untuk oleh-oleh yang lebih ringan, pilih gantungan kunci atau cincin perak daripada kalung besar.
6. Alat Musik dan Suvenir Kayu
Khaen, alat musik tiup dari bambu khas Laos, banyak dijual di toko suvenir. Ukuran kecil bisa masuk koper, tapi pastikan tidak rusak saat dibawa. Ada juga patung kayu kecil, kotak tisu ukir, dan mangkuk dari kayu. Semua ini berat, jadi hitung ulang batas bagasi sebelum membeli.
7. Buku dan Kartu Pos
Toko buku di Luang Prabang menjual buku tentang sejarah Laos dan novel karya penulis lokal dalam bahasa Inggris. Kartu pos dengan foto lanskap dan biara juga mudah ditemukan. Ini pilihan ringan untuk teman yang tidak suka makanan atau kain. Kalau kamu ingin mengirim langsung dari Laos, cek dulu layanan pos di kantor pos setempat.
Tips Membeli dan Membawa Pulang
- Bawa uang tunai dalam jumlah kecil. Banyak pedagang pasar tidak menerima kartu.
- Simpan struk pembelian perak dan barang bernilai tinggi untuk keperluan bea cukai.
- Jangan membeli produk dari hewan dilindungi, termasuk gading atau kulit binatang langka.
- Kemas camilan dan rempah dalam kantong terpisah agar tidak tumpah ke pakaian.
- Sisakan ruang di koper sejak awal, karena kain dan kopi memakan tempat.
Kalau baru pertama kali ke Laos dan belum yakin harus mulai dari kota mana, baca dulu tips liburan ke Laos untuk pemula. Untuk urusan koneksi selama di sana, panduan sim card dan internet di Laos bisa membantu sebelum berangkat. Kalau kamu juga merencanakan perjalanan lanjutan ke tempat lain, lihat panduan menyusuri patung Garuda Wisnu Kencana dari dekat sebagai referensi destinasi berikutnya.
Oleh-oleh dari Laos paling aman dibeli di pasar lokal dan toko kecil, bukan di bandara. Kopi, kain, dan camilan kering adalah tiga pilihan yang paling gampang dibawa dan disukai banyak orang. Sisihkan waktu setengah hari di akhir perjalanan untuk belanja supaya tidak terburu-buru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kopi Laos boleh dibawa ke Indonesia?
Biji kopi sangrai umumnya diperbolehkan masuk sebagai barang bawaan pribadi dalam jumlah wajar. Tetap deklarasikan kalau petugas bea cukai meminta, dan pastikan kemasannya tertutup rapat.
Berapa kisaran harga kain sutra di Pasar Malam Luang Prabang?
Harganya bervariasi tergantung bahan dan kerumitan motif. Katun tenun jauh lebih murah dibanding sutra asli. Selalu tanyakan bahan dan tawar dengan sopan sebelum memutuskan.
Apakah perak Laos aman dibeli tanpa sertifikat?
Sebagian besar perhiasan perak di pasar memang dijual tanpa sertifikat resmi. Untuk barang bernilai tinggi, lebih aman membeli di toko kerajinan yang punya reputasi jelas dan bersedia menimbang di depan pembeli.